MEMBUAT PUPUK ORGANIK BERBASIS LIMBAH PETERNAKAN SAPI DAN BATANG PISANG PADA KELOMPOK WANITA TANI DESA SUMBER REJO KEC. MODAYAG
Keywords:
Wanita tani, Kualitas pupuk organic, Kotoran sapi, limbah batang pisangAbstract
Limbah ternak dan batang pisang banyak dijumpai di Desa Sumber Rejo. Limbah batang pisang mengandung kalsium 16%, kalium 23% dan fosfor 32% serta komponen lain seperti lignoselulosa terdapat sebesar 26,6% selulosa, 20,43% hemiselulosa, dan 9,92% lignin. Limbah ternak sapi diolah menjadi pupuk organic banyak mengandung hara makro dan mikro serta hormone tumbuh.
Kelompok Wanita Tani Desa Sumber Rejo Kecamatan Modayag Kabupaten Bolaang Mongondow Timur tertarik menerapkan budidaya tanaman organik karena mereka sadari dampak negative terhadap kualitas tanah. Sehingga mereka ingin mendapatkan inovasi baru tentang peningkatan kualitas tanah menggunakan pupuk organic dari limbah ternak karena umumnya mereka beternak sapi. Membuat pupuk organic dari kotoran sapi dengan cara konvensional sering mereka buat tapi kualitas belum memadai. Limbah batang pisang yang banyak terbuang banyak mengandung hara yang dibutuhkan tanaman sehingga akan dipadukan dengan kotoran sapi guna meningkatkan kualitas pupuk organik. Kami menawarkan membuat pupuk organic dari kotoran sapi dan limbah batang pisang menggunakan decomposer mikroorganisme local. Mereka sangat tertarik untuk belajar membuat pupuk guna meningkatkan kualitas pupuk oganik. Untuk itu akan dilaksanakan kegiatan PKM bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan Wanita Tani Desa Sumber Rejo tentang bagaimana membuat pupuk organik dari limbah peternakan sapi dan limbah batang pisang dalam meningkatkan kualitas pupuk organik. Target dan luaran meliputi 1) Peningkatan pengetahuan Wanita Tani Desa Sumber Rejo tentang peran limbah batang pisang yang dipadukan dengan kotoran sapi dalam meningkatkan kualitas pupuk organic, 2) Meningkatkan keterampilan Wanita Tani Desa Sumber Rejo membuat pupuk pupuk organic dengan kualitas lebih baik. 3) Wanita Tani Desa Sumber Rejo secara mandiri dapat membuat pupuk organic dengan kualitas lebih baik.
Metode pelaksanaan meliputi pelatihan dan demonstrasi. Pelatihan dan demonstrasi dilaksanakan dengan memanfaatkan tenaga profesional dari Fakultas Pertanian UNSRAT Manado. Pelatihan dilakukan meliputi: 1) Penjelasan manfaat dan peranan pupuk organic dengan kualitas baik, 2) Penjelasan Tahap Pembuatan pupuk organik, 3) Demonstrasi pembuatan pupuk organik dari limbah peternakan dan limbah batang pisang dan cara aplikasi pada tanaman sayuran.
Kegiatan PKM berjalan dengan baik dan mendapat respons baik dari mitra. Mitra dapat memahami dan membuat sendiri pupuk organik berbasis limbah ternak sapi dan limbah batang pisang.
