PEMANFAATAN LIMBAH NANAS, JERUK, TIMUN, MELON, KEDONDONG, MANGGA, LEMON CUI, DAN SERAI DALAM PRODUKSI EKOENZIM
Keywords:
bahan organik, ekoenzim, fermentasi, limbah buah, pHAbstract
Ekoenzim merupakan cairan hasil fermentasi bahan organik, gula, dan air yang berpotensi dimanfaatkan sebagai produk ramah lingkungan untuk pengelolaan limbah organik rumah tangga dan aplikasi non-ingesti. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi keberhasilan awal produksi ekoenzim berbasis kombinasi limbah buah, sayur, dan serai melalui indikator sederhana berupa warna, aroma, dan pH akhir. Perlakuan yang digunakan terdiri atas P1, yaitu empat jenis bahan organik (nanas, jeruk, timun, dan lemon); P2, yaitu enam jenis bahan organik (nanas, jeruk, timun, melon, mangga, dan serai); serta P3, yaitu tujuh jenis bahan organik (nanas, jeruk, timun, melon, kedondong, mangga, dan lemon cui). Seluruh perlakuan difermentasi pada suhu kamar dalam wadah tertutup menggunakan rasio bahan organik:gula aren:air sebesar 3:1:10 selama kurang lebih tiga bulan. Parameter yang diamati meliputi warna dan aroma secara organoleptik serta pH akhir menggunakan kertas indikator pH. Hasil menunjukkan bahwa seluruh perlakuan menghasilkan cairan berwarna cokelat pekat dengan aroma asam-segar dan tidak berbau busuk. Nilai pH akhir berada pada kondisi asam, yaitu pH 4 pada P1 dan pH 2-3 pada P2 serta P3. Temuan ini menunjukkan bahwa fermentasi multi-substrat dengan rasio 3:1:10 dapat menghasilkan ekoenzim pada skala sederhana. Namun, klaim aplikasi sebagai disinfektan, pupuk cair, biostimulan, atau agen pengolah limbah masih memerlukan karakterisasi lanjutan, meliputi pH meter terkalibrasi, keasaman tertitrasi, total padatan terlarut, konduktivitas, profil asam organik, aktivitas enzimatik, serta uji efektivitas sesuai tujuan penggunaan..
