JENIS PEWARNA DAN PENGOLAHAN ALGA HALYMENIA DURVILLEI MENJADI PEWARNA MERAH DI WANITA KAUM IBU (WKI) GMIM EIRENE DESA KEMA 1, KABUPATEN MINAHASA UTARA
Keywords:
pewarna alami, Halymenia durvillei, fikoeritrin, Eucheuma sp, pandan, pangan, pemberdayaan masyarakatAbstract
Penggunaan pewarna pada produk pangan seperti kue, olahan perikanan, dan makanan penutup bertujuan untuk meningkatkan daya tarik visual serta minat konsumen. Namun, pemahaman masyarakat terkait sumber dan keamanan pewarna pangan, khususnya pewarna sintetik yang tidak peruntukkan bagi makanan, masih perlu untuk ditingkatkan. Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Wanita Kaum Ibu (WKI) GMIM Eirene Kema 1, Kecamatan Kema, Kabupaten Minahasa Utara mengenai jenis, sumber, dan keamanan pewarna pangan. Selain itu, program ini juga memperkenalkan pemanfaatan pewarna alami dari tumbuhan pandan dan makroalga Halymenia durvillei. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga bulan dengan tahapan meliputi pra-survei, penyuluhan, pelatihan pembuatan pewarna alami, praktik pembuatan agar-agar berbahan dasar alga Eucheuma sp., penerapan pigmen fikoeritrin H. durvillei dan pewarna pandan, serta pendampingan dan evaluasi. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap perbedaan pewarna alami dan sintetik serta sumber pewarna pangan yang aman. Peserta juga berhasil memperoleh keterampilan praktis dalam menghasilkan pewarna alami dan mengaplikasikannya pada produk pangan.
