PENINGKATAN KAPASITAS MATA PENCAHARIAN ALTERNATIF UNTUK KOMUNITAS KBK LAURENTIUS DENGAN PENERAPAN BUDIDAYA IKAN LELE
Keywords:
budidaya ikan lele, usaha komunitas, pemberdayaan ekonomi, perikanan skala kecil, mata pencaharian alternatifAbstract
Program Kemitraan Masyarakat (PKM-K2) ini ditujukan kepada Komunitas Kaum Bapak Katolik (KBK) St. Laurentius di Kelurahan Malalayang I Timur, Kota Manado. Komunitas ini terdiri dari sekitar 41 anggota dengan latar belakang profesi yang beragam, seperti pegawai negeri, tenaga pendidik, aparat keamanan, serta pekerja sektor informal. Sebagai organisasi komunitas berbasis gereja, KBK tidak hanya menjalankan kegiatan sosial dan keagamaan, tetapi juga berupaya mengembangkan kegiatan produktif yang dapat memperkuat kemandirian ekonomi anggota.
Dalam beberapa diskusi internal komunitas, muncul gagasan untuk mengembangkan kegiatan usaha skala kecil yang dapat dikelola secara bersama oleh anggota kelompok. Salah satu peluang yang dinilai potensial adalah usaha budidaya ikan lele skala rumah tangga. Komoditas ini dipilih karena memiliki permintaan pasar yang relatif stabil, siklus produksi yang cepat, serta dapat dibudidayakan dengan teknologi sederhana pada lahan terbatas.
Namun demikian, sebagian besar anggota kelompok belum memiliki pengalaman dalam kegiatan budidaya perikanan maupun pengelolaan usaha produktif berbasis komunitas. Pengetahuan mengenai teknik pemeliharaan ikan, pengelolaan sarana produksi, serta perencanaan usaha masih sangat terbatas. Kondisi ini menyebabkan kelompok belum memiliki gambaran yang jelas mengenai bagaimana memulai dan mengelola kegiatan usaha budidaya secara berkelanjutan.
Melalui program PKM ini, tim pengusul telah berupaya mendampingi komunitas KBK Laurentius dalam mengembangkan kegiatan usaha budidaya ikan lele skala kecil yang dapat menjadi sumber penghasilan tambahan bagi anggota kelompok. Kegiatan yang dilakukan meliputi pelatihan teknis budidaya ikan lele, pembangunan unit budidaya percontohan, pelatihan manajemen usaha sederhana, serta pendampingan kelompok dalam menjalankan kegiatan produksi awal.
Metode pelaksanaan program menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan identifikasi kebutuhan kelompok, pelatihan teknis, praktik budidaya, pendampingan operasional awal, serta evaluasi kegiatan. Kegiatan ini telah diawali dengan pembuatan kolam ikan lele yang terbuat dari terpal berukuran 2x1 m, yang diikuti oleh semua anggota KBK Laurentius. Ikan lele yang ditebar berjumlah 300 ekor dan didatangkan dari Gorontalo. Selanjutnya dilakukan penyuluhan tentang cara pembudidayaan dan pengelolaannya yang dilakukan secara informal, meliputi aspek pembesaran, pemeliharaan sampai panen, diikuti dengan pengelolaan keuangan dan manajemen usaha. Hal ini dilakukan dalam beberapa kali pertemuan.
Program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam pengembangan kegiatan ekonomi produktif berbasis komunitas di lingkungan KBK. Selain memberikan manfaat ekonomi, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat kerja sama dan solidaritas antaranggota dalam mengelola usaha bersama yang berkelanjutan.
