PKM PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN MANAJEMEN USAHA BAGI KELUARGA BALITA STUNTING DALAM UPAYA PENANGANAN STUNTING DI  KABUPATEN MINAHASA UTARA

Authors

  • Jean Fanny Junita Timban Universitas Sam Ratulangi Author
  • Maya Hendrietta Montolalu Universitas Sam Ratulangi Author
  • Ellen Grace Tangkere Universitas Sam Ratulangi Author

Keywords:

Stunting, Manajemen usaha, Balita stunting, Ekonomi Lokal

Abstract

Dalam kerangka pembangunan kualitas sumber daya manusia, permasalahan stunting  merupakan salah satu bagian dari double burden malnutrition (DBM) mempunyai dampak yang sangat merugikan baik dari sisi kesehatan maupun dari sisi produktivitas ekonomi dan dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Stunting memiliki dampak terhadap perkembangan anak, dalam jangka pendek, stunting terkait dengan perkembangan sel otak yang akhirnya akan menyebabkan tingkat kecerdasan menjadi tidak optimal. Hal ini berarti bahwa kemampuan kognitif anak dalam jangka panjang akan lebih rendah dan akhirnya menurunkan produktifitas dan menghambat pertumbuhan ekonomi."

Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara sudah menunjukkan komitment yang tinggi dalam penanganan stunting. Hal ini dibuktikan dengan turunnya angka prevalensi stunting di kabupaten Minahasa Utara berdasarkan hasil Survey Kesehatan Indonesia (SKI) menjadi 10,9% jauh dibawah angka stunting Provinsi Sulawesi Utara yang masih pada angka 21,3 %.

Faktor ekonomi menjadi faktor utama dalam kondisi gizi kurang pada ibu hamil dan anak. Faktor ekonomi kemudian menjadi salah satu pemicu dari terbatasnya ketersediaan pangan di rumah tangga, kurangnya kualitas pengasuhan dan pemberian makan pada anak, hingga kondisi lingkungan rumah yang kurang sehat dan kurangnya akses kepada layanan kesehatan. Kerangka konsep ini bersifat dua arah (siklus) dimana faktor ekonomi menjadi penyebab dasar terjadinya stunting dan juga menjadi akibat/terdampak jangka panjang dari kondisi stunting dan kurang gizi di masa lalu.

Oleh sebab kendala tersebut membuat keluarga balita stunting  ini memerlukan pelatihan dan pendampingan dari Lembaga institusi pemerintah maupun akademisi, dalam mengaplikasikan pengetahuan manajemen usaha dalam mengelola bisnis khususnya manajemen keuangan dan manajemen pemasaran.

Pelatihan peningkatan kapasitas manajemen usaha bagi keluarga balita stunting di Kabupaten Minahasa Utara telah memberikan kontribusi perubahan pengetahuan keluarga balita stunting, dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak trampil menjadi trampil dari tidak suka menjadi suka terhadap manajemen usaha keluarga. Perubahan pengetahuan, sikap dan ketrampilan ini dapat memberikan dampak besar terhadap perubahan hidup keluarga balita stunting. Jika keluarga balita stunting akan memulai usaha keluarga dengan menerapkan pola manajemen usaha maka akan meningkatkan kesejahteraan keluarga balita stunting .

Downloads

Published

2026-01-30