LITERASI KEUANGAN PADA PELAKU UMKM DI DESA POOPOH
Keywords:
literasi keuangan, UMKM, pencatatan keuangan, keungan digital, pemberdayaan masyarakatAbstract
Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Poopoh, Kecamatan Tombariri. Rendahnya pemahaman pelaku UMKM mengenai pengelolaan arus kas, pencatatan transaksi, pemisahan keuangan pribadi dan usaha, serta pemanfaatan layanan keuangan digital menjadi permasalahan utama yang menghambat efektivitas pengelolaan usaha dan pengambilan keputusan finansial. Kegiatan dilakukan melalui penyuluhan, pelatihan, praktik berbasis studi kasus, serta evaluasi pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pemahaman peserta. Metode ceramah interaktif, diskusi partisipatif, dan praktik pencatatan keuangan sederhana digunakan untuk memastikan peserta memperoleh pengetahuan aplikatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek pemahaman konsep literasi keuangan, kemampuan menyusun laporan keuangan sederhana, serta kesadaran pemanfaatan layanan keuangan digital yang aman dan resmi. Data pre-test dan post-test mengonfirmasi adanya peningkatan pemahaman peserta atas konsep dasar literasi keuangan, risiko dan peluang keuangan digital, serta praktik pemisahan keuangan usaha dan pribadi. Selain peningkatan pengetahuan, kegiatan ini mendorong perubahan sikap peserta, khususnya dalam komitmen menerapkan pencatatan keuangan yang lebih sistematis dan kehati-hatian dalam penggunaan layanan digital. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini tidak hanya meningkatkan kapasitas finansial pelaku UMKM tetapi juga memperkuat kesiapan mereka dalam menghadapi dinamika ekonomi modern. Program ini diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan kegiatan lanjutan berupa pendampingan intensif serta pelatihan terapan untuk meningkatkan keberlanjutan usaha UMKM di wilayah tersebut.
